KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
152. St. Leo IX (1049-1054)
Leo lahir di Alsatia dari keluarga bagsawan Egisheim-Dagsbourgh. Dulu ia bernama Bruno. Ia adalah kerabat dari Henri III yang telah mengangkatnya melalui sebuah konsili para pangeran dan uskup yang bertemu di Worms. Terpilih menjadi paus pada 12 Februari 1049. Paus Leo tiba di Roma dan masuk dengan kaki telanjang sebagai tanda kerendahan hati didampingi Adipati dari Lorraine serta biarawan Hildebrand yang kepadanya dia bermaksud untuk menjalin kerjasama. Dengan karakter yang kuat dan bersemangat ia menjalankan tugasnya dengan semangat dan teguh. Ia merupakan paus pertama yang banyak melakukan perjalanan Apostolik. Tanpa kenal lelah ia sendiri menghadiri konsili-konsili Lateran, Pavia, Rheims dan Mainz dan menekankan para imam supaya hidup disiplin dan berlaku benar. Ia melawan pentahbisan kaum awam, praktik simony, perkawinan para imam dan semua penyalahgunaan wewenang Gereja lainnya. Upayanya ini dibantu oleh Hildebrand, Humbert dari Moyenmoutier, dan Huh dari Clunny.
Untuk membela Gereja, ia tidak segan-segan terjun ke medan perang. Kenyataannya, ia mempunyai sebuah pasukan untuk melawan bangsa Normandia di Italia Selatan yang merampas wilayah Gereja dan merampok gereja-gereja dan biara-biara. Ia berkonfrontasi dengan mereka pada tahun 1053 tetapi ia ditaklukan dan dipenjarakan. Untuk bebas, ia harus membuat sejumlah kelonggaran untuk mereka. Tetapi penderitaan lain yang lebih besar harus ia alami sebelum wafatnya adalah terjadinya perpecahan definitive antara Gereja Romawi dan Gereja Timur yang waktu itu dipimpin oleh Patriark Konstantinopel, Michael Cerularius (1054). Konflik utama adalah menyangkut supremasi Roma atas seluruh Gereja yang tidak mau diakui Cerularius. Perbedaan pendapat dan perselisihan tersebut sudah mulai sejak abad sebelumnya, yaitu tahun 858. Paus Leo IX wafat sesaat setelah bebas dari bangsa Normandia pada 19 April 1054. Ia dimakamkan di Basilika St. Petrus.
|